Lahir secara normal setelah sebelumnya caesar, mungkinkah? PDF Print E-mail
Written by admin   
Sunday, 04 May 2008 04:34
Jika anak pertama lahir caesar,apakah anak kedua berpeluang untuk lahir normal ? addthis_pub = 'rizki wicaksono'; addthis_logo = 'http://www.addthis.com/images/yourlogo.png'; addthis_logo_background = 'EFEFFF'; addthis_logo_color = '666699'; addthis_brand = 'MomsMiracle.Com'; addthis_options = 'facebook,multiply,myspace,buzz,digg,delicious,technorati,stumbleupon,google,yahoobkm,live,email,reddit,more';
Paradigma bahwa setelah operasi sesar maka persalinan berikutnya harus sesar lagi, tidak selamanya benar.
Mungkin dulu demikian sebelum dikerjakannya operasi sesar transperitoneal profunda (TPP). Mengapa dulu ada paradigma tersebut, adalah karena tingginya risiko ruptur (robek) pada rahim saat proses persalinan berikutnya dan jika itu terjadi, maka taruhannya adalah nyawa karena perdarahan yang ditimbulkannya
sangat banyak.
 
Saat ini yang umum dikerjakan adalah jenis transperitoneal profunda, yang memungkinkan ibu untuk menjalani proses persalinan spontan pada persalinan berikutnya mengingat kejadian ruptur (robek) rahim yang ditimbulkannya sangat kecil jika dibandingkan teknik klasik (korporal). Operasi sesar jenis klasik hanya dilakukan atas indikasi tertentu dan biasanya dimintakan ijin khusus.
 
Pada tipe klasik, yang disayat adalah bagian korpus uteri (badan rahim), sedangkan pada tipe TPP yang disayat adalah segmen bawah rahim (lower uterine segment), yaitu bagian yang terdapat antara korpus uteri(badan rahim) dan serviks uteri (leher rahim).
Lihat gambar.


Karena saat ini umumnya dilakukan operasi sesar jenis TPP maka peluang untuk menjalani persalinan spontan
masih ada selama syarat dan kondisinya terpenuhi.
 

Syaratnya:
1. bentuk dan ukuran panggul normal (bukan panggul patologis)

2. ukuran janin tidak terlalu besar, biasanya jika taksiran berat janin di atas 3500 gram atau ada kecurigaan disproporsi sefalo-pelvik/CPD (ukuran kepala janin lebih besar dari kapasitas panggul), tidak dianjurkan menjalani persalinan spontan

3. janin presentasi kepala (tidak ada malpresentasi)
 
4. tidak ada indikasi sesar mutlak lainnya, seperti plasenta previa totalis (plasenta menutupi jalanlahir,atau janin lintang)

5. timbulnya proses persalinan secara spontan, bukan melalui induksi persalinan
 
6. operasi sesar sebelumnya bukan jenis/tipe klasik  (korporal)

7. pada janin tidak terdapat spina bifida (open neural tube defect)

8. ibu belum pernah mengalami rahim robek, baik akibat trauma (kecelakaan), ataupun indikasi medis, misalnya
operasi mioma uteri yang letaknya dekat dengan rongga rahim
 
9. persalinan harus dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas kamar operasi yang baik dan pengawasan yang
baik dari dokter atau paramedis, tidak boleh dilakukan di rumah bersalin biasa.

Demikian jawaban dari saya ibu, semoga bisa membantu

Salam.

{mosimage}dr. Valleria Sp.OG
Staff Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Jakarta

Praktek:
1. RS Hasanah Graha Afia
Jl. Raden Saleh no. 42 Depok
Telp. 021-77826267

2. RS MH Thamrin International Cileungsi
Jl. Raya Narogong Limus Nunggal Cileungsi
Telp. 021-8235052

Last Updated on Tuesday, 27 April 2010 19:52
 
Live Chat
pin bb momsmiracle
whatsapp momsmiracle
085714350301
085718587426
cs : DJ
 Chat with Me
Reseller Info Shipping Rate
Hari ini6124
Kemarin5460
Minggu ini29516
Bulan ini89460
31 guests, 11 bots online
Today: Apr 19, 2014

Tgl Awal Haid Terakhir